Perbandingan Hasil Perang Survey tentang Pilpres 2009

11 Jun

untitled

SEKARANG ada satu bentuk model kampanye baru yaitu kampanye lewat survey. Dalam jangka waktu yang sangat berdekatan muncul banyak hasil survey yang neyatakan kemenangan capres terntetu, tetapi dengan hasil yang sangat jauh berbeda. Lembaga Survey Indonesia [LSI] yang mengawali dengan merilis survey yang menyatakan SBY akan menang dengan presentase 70% sementara pesaing terdekatnya Mega Prabowo hanya sekitar 18% saja. LSI itu sendiri mengaku bahwa survey mereka didanai Fox Indonesia yang merupakan konsultan politik SBY.

Survey itu langsung dibalas Lembaga Riset Informasi [LRI] yang ‘berafilasi’ dengan JK. Rilis lembaga itu tetap menempatkan pasangan SBY Boediono di posisi teratas tapi hanya berada di 33% saja sementara JK Wiranto kalah 4 % saja di persentase 29%. Jadi jelas menurut LRI JK Wiranto masih punya peluang menyalip SBY, paling tidak diputaran kedua. Belum cukup segitu, tiba-tiba muncul Lingkaran Survey Rakyat [LSR] yang entah bagaimana menempatkan Megawati Prabowo unggul di persentase 89%, sementara SBY Boediono hanya 1%.

Luar biasa penggiringan opini yang dilakukan lembaga survey tersebut untuk membawa pemilih memilih calon yang lembaga survey usung itu. Bagaimana tidak, 3 lembaga survey mempunyai hasil yang sangat jauh berbeda. Entah siapa yang benar. Belum lagi ada lembaga-lembaga survey lain yang juga melakukan rilis survey mereka juga. Sebelum beranjak lebih jauh, ada baiknya kita lihat terlebih dulu perbandingan hasil survey mereka:

 

LSI

LRI

LSR

LP3ES

LSN

Mega-Prabowo

18 %

20 %

89 %

9.7 %

11.80 %

SBY-Boediono

70 %

33 %

1 %

54.9 %

67.10 %

JK-Wiranto

7 %

29 %

10 %

6.8 %

6.70

Belum memilih

5 %

18 %

0 %

27 %

10.90

Ket:

LSI: Lembaga Survey Indonesia | LRI:Lembaga Riset Informasi | LSR: Lembaga Survey Rakyat | LP3ES:
Lembaga Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial | LSN:LEmbaga Survey Nasional

Kecuali LSR, semuanya kompak memenangkan SBY. Hanya saja berbeda dengan hasil quick count yang meskipun tidak persis tapi hasilnya cukup mirip, hasil survey pilpres ini sangat berbeda. Perbedaan itu pada akhirnya justru menyebabkan banyak orang yang jadi meragukan kredibilitas dan validitas hasil survey itu. Apalagi pendanaan survey itu ternyata disediakan oleh tim sukses. Lembaga Survey Indonesia mengaku kalau pendanaan survey ini disediakan oleh Fox Indonesia yang merupakan konsultan politik SBY. Begitu juga dengan LSR yang Johan Silalahi ketuanya masuk ke dalam tim sukses JK, makanya hasil survey yang diperoleh JK cukup tinggi.

Berdasarkan berita yang dirilis detik.com, survey LSI dilakukan pada tanggal 25-29 Mei 2009 di 33 provinsi, dengan 2999 responden, pada tingkat kepercayaan 95% dengan margin error +/- 1,8 %. Jadi dengan demikian survey itu dilakukan dengan sangat merata ke seluruh wilayah Indonesia. Dan dengan kata lain, hasil survey itu sudah merupakan representasi seluruh rakyat Indonesia.

LRI, rival LSI, yang hasil survey-nya menempatkan persentase JK tidak kalah jauh dari SBY, seperti dilansir dari vivanews.com, mengadakan survey ini tanggal 2-5 Juni 2009 \menggunakan metode teknik sampling gugus bertahap. Melibatkan 2.096 responden berusia 17 tahun ke atas atau telah menikah dengan estimasi margin of error 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kalau membandingkan dua lembaga survey ‘yang berseteru’ itu ada perbedaan yang sangat mendasar. Margin of error-nya berbeda, dengan margin of error LRI lebih tinggi. Saia tidak tahu itu berpengaruh atau tidak karena saia bukan orang statistic, tapi mestinya hal itu berpengaruh juga. Kemudian waktu pelaksaannya juga beda dimana LRI lebih belakangan mengadakan survey. Mestinya hal itu juga berpengaruh karena siapa tahu kebetulan ada orang yang sama yang disurvey kedua lembaga tersebut tapi mengalihkan pilihannya ke calon lain, meskipun peluang itu sangat-sangat kecil.

Yang masih belum jelas si LSR yang memenangkan Mega ini. Fadly Zon saja saat menyampaikan berita itu kepada wartawan seperti yang dilansir detik.com-pun tampak seperti bercanda. Bisa dimaklumi soalnya kemenangan Mega mencapai 89% sementara SBY hanya 1% saja. Seperti survey main-main saja.

LP3ES seperti yang dilansir dari Republika.co.id juga berbeda dan agak aneh, mereka hanya melakukan survey 3-4 Juni 2009 by phone di 15 kota besar saja yaitu Jakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Medan, Padang, Palembang, Makassar, Ma nado, Balikpapan, Banjar masin, dan Denpasar dengan jumlah sampel 1.994. tidak semua propinsi diambil datanya seperti LSI dan LRI.

Terlepas dari semua itu saia tetap saja melihat ini adalah bagian dari kampanye. Kalau kemarin sempat ada perang kata-kata menyerang pribadi capres oleh tim sukses capres yang lain, sekarang perang-nya berganti perang survey. Survey LRI yang meninggikan suara JK-Wiranto pasti akan membuat hati pendukungnya agak lega sejenak setelah sebelumnya sempat drop akibat survey LSI.

Jadi kampanye sekarang tidak hanya kampanye terbuka konvoi ke jalan, debat terbuka, iklan TV atau media lainnya atau kampanye tertutup, tapi sekarang ada kampanye baru bernama kampanye survey.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: